E-WaP dan PETHER Menjadi Produk Riset Pertama MTsN 1 Jepara

JEPARA – Madrasah Literasi Riset itulah julukan dari MTs Negeri 1 Jepara saat ini. Dengan melibatkan siswa-siswinya serta guru-guru yang berpotesi, MTs Negeri 1 Jepara berhasil menciptakan 2 buah produk unggulan yang bernama E-WaP JEPARA CARVED (Elektronik Wastafel Portabel Mebel Ukir Jepara) dan  PETHER (Peci Thermal) pada Rabu (4/11).

Menurut keterangan 2 siswa MTsN 1 Jepara,  Avincent dan Najwan mengatakan bahwa Pembuatan E-WaP dan PETHER tentu tidak mudah, mereka harus sepenuhnya fokus agar bisa menciptakan produk dengan sebaik mungkin. “Ketelitian, keterampilan, kerja keras, pantang menyerah bahkan tanggung jawab harus menjadi modal utama. Karena kami melakukan uji coba hardware tidak hanya satu kali, ini yang membuat kami harus benar-benar teliti,” tegas Avincent melalui WhatsApp.

Eka Nugraha dan Ali Muzakki, guru pembimbing bidang Ilmu Sains dan Pengembangan Teknologi mengungkapkan ide untuk membuat E-WaP muncul ketika seseorang mencuci tangan menggunakan wastafel secara manual dengan memutar/ memegang kran. Melihat cara tersebut, tidak menutup kemungkinan persebaran virus corona tak terhenti meski sudah mencuci tangan. “E-WaP diciptakan untuk meminimalisir persebaran covid-19 dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan khususnya di lingkungan MTs Negeri 1 Jepara,” jelas Zakki melalui pesan singkat.

“Cara kerja E-WaP tidak seperti wastafel pada umumnya, E-WaP terdiri dari 2 kran (kran air dan  kran sabun) dengan sensor ultrasonic yang prinsip kerjanya dikontrol oleh microkontrooler arduino nano sehingga ketika tangan didekatkan dengan sensor, air maupun sabun cair akan keluar dengan sendirinya tanpa harus dipegang. Kami juga memadukan ukiran Jepara pada badan E-WaP, supaya lebih menunjukkan kekhasan Kota Jepara ” tambahnya.

Produk kedua yaitu, PETHER (Peci Thermal). PETHER merupakan produk pengembangan dari alat Thermo Gun. Mengingat, setiap kali pengecekan suhu, masyarakat selalu mengabaikan social distanching (menjaga jarak) untuk segera masuk ruangan. “PETHER mempunyai cara kerja sama dengan E-WaP, dengan memanfaatkan sensor arduino nano yang ditempel pada peci, suhu tubuh manusia akan terdeteksi tanpa menyentuh kulit,” jelas Eka selesai mengikuti rapat.

 

 

 

 

Sementara itu, Umi Hanik, Kepala Mts Negeri 1 Jepara merasa sangat bangga dengan produk riset yang diciptakan. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk siswa-siswi, semoga tetap menjadi anak sholih-sholiha, terus berinovasi, dan berkarya untuk menciptakan hal baru. Selalu kembangkan potensi kalian untuk membawa MTsN 1 Jepara ke  ranah yang lebih baik dan lebih maju lagi. Tidak lupa terima kasih untuk para ustadz yang dengan ikhlas membimbing serta memberikan ilmunya kepada anak-anak sehingga menghasilkan karya yang luar biasa,” ujarnya.

“Harapan saya, semoga Mts Negeri 1 Jepara senantiasa menjadi madrasah yang hebat dan bermartabat di mata masyarakat dengan melahirkan generasi yang berbakat berguna bagi dunia dan akhirat.  Selain itu, semoga MTsN 1 Jepara dapat menjadi contoh untuk sekolah-sekolah yang lain, baik dalam hal akademik maupun non akademik,” harapnya. (TiM_)