Banyak Ilmu, Hoax Tak Bisa Menipu

Banyak Ilmu, Hoax Tak Bisa Menipu

Semua orang pasti pernah berbohong, dan itu merupakan hal yang biasa dilakukan oleh manusia. Namun seberapa bersarkah akibat yang ditimbulkan dari kebohongan tersebut? Meski dalam agama berbohong demi kebaikan itu diperbolehkan, tetapi sesungguhnya kebaikannyalah yang diperbolehkan bukan kebohongannya. Allah SWT tetap menganjurkan agar mencari cara lain untuk menghindari berbohong, karena semakin sering orang berbohong maka orang tersebut akan semakin menikmatinya dan tidak menyadari bahwa itu dosa besar, apalagi yang sudah mengarah ke fitnah atau adu domba.

Salah satu bentuk kebohongan di era tekhnologi sekarang ini adalah hoax. Hoax adalah berita yang dibuat tidak berdasarkan fakta dan bertujuan untuk menghasut pembacanya. Hoax sering kali muncul di  media sosial yang menjamur saat ini, seperti facebook, BBM, twitter, whatsaap, instagram, dll. Rata-rata pembacanya akan langsung percaya dengan isi berita tersebut tanpa disaring terlebih dahulu kemudian ikut menyebarkannya lewat group-group yang dibuat di media sosial. Berita hoax itu otomatis akan cepat tersebar dan dibaca banyak orang sehingga semakin banyak orang terpengaruh berita bohong tersebut.

Jika sudah banyak orang yang terpengaruh dan tertipu berita tidak jelas bernama hoax maka pasti ada pihak-pihak yang dirugikan dengan berita tersebut. Lebih lagi jika beritanya menyangkut nama baik seseorang, lembaga, perusahaan atau yang lainnya. Oleh karena itu kita perlu mencegah berkembangnya berita hoax dengan mengetahui cara mengidentifkasi hoax, dampak negatif hoax, dan cara mengedukasi siswa, keluarga, kolega untuk memerangi hoax berikut ini.

  • Cara Mengidentifikasi Hoax
  1. Berita hoax biasanya dikirimkan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab dan bukan dari badan, lembaga, maupun situs resmi pemerintah.
  2. Berita hoax biasanya akan disebarkan melalui media sosial seperti facebook, BBM, twitter, whatsaap, instagram, dll.
  3. Kalimat yang digunakan dalam berita hoax biasanya akan membuat para pembacanya terkejut. Seperti halnya berita hoax tentang “Sesuap Lele Mengandung 3000 Sel Kanker”. Padahal ikan lele adalah ikan yang dikonsonsumsi hampir semua kalangan masyarakat. Otomatis jika membaca berita itu pasti akan sangat terkejut. Namun akhirnya dengan tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia menampik kebenaran berita tersebut.
  4. Kata yang digunakan dalam berita hoax umumnya dibuat berlebih-lebihan sehingga menarik perhatian pembacanya. Misalnya pada berita hoax “Udang + Vitamin C = Meninggal”. Kabar mengkonsumsi udang berbarengan dengan vitamin C bisa berujung kematian pernah menyebar. Padahal meski ada indikasi kontaminasi logam berat dan zat kimia pada produk perikanan, seperti pada udang, tidak akan langsung sebabkan keracunan. Penjelasan dalam berita hoax tersebut sangat berlebihan untuk dapat menarik pembacanya dengan mencantumkan kata “meninggal atau kematian” di dalamnya.

 

  • Dampak Negatif Hoax
  1. Pikiran, tenaga, dan waktu akan tersita hanya karena membaca dan menyebarkan berita bohong bernama hoax. Jika seseorang sudah tertarik dengan sebuah berita, sangat mungkin orang tersebut rela menunda pekerjaan yang lain demi membaca bahkan menyebarkannya ke orang lain.
  2. Orang akan menjadi waswas setelah membaca berita hoax. Seperti halnya pada berita hoax tentang “Vaksin MMR sebabkan Autisme”. Dengan adanya berita tersebut orang tua akan waswas mengajak anaknya untuk ikut imunisasi padahal hal itu penting bagi kesehatan. Meski akhirnya kabar hoax ini ditampik dr Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
  3. Berita hoax dapat mencemarkan nama baik seseorang, lembaga, organisasi maupun perusahaan. Misalnya pada berita hoax tentang “Minuman Serbuk Memiliki Kandungan Berbahaya”. Dalam berita tersebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diwakili oleh H. Ismuhadi, MPH mengungkapkan bahwa minuman serbuk seperti marimas, pop ice, segar sari, hemaviton, dll mengandung aspartame yang dapat menyebabkan diabetes, pengerasan otak dan sum sum tulang belakang. Namun ternyata setelah di konfirmasi, ke narasumbernya langsung yang dilakukan oleh tempo ke Dokter Ismuhadin, beliau mengatakan bahwa namanya dicatut. Hal demikianlah yang pastinya mencemarkan nama baik seseorang, lembaga, maupun perusahaan.
  4. Kerugian dalam hal materi juga dapat terjadi. Jika nama seseorang, lembaga, organisasi apalagi perusahaan sudah tercemar pastilah berpengaruh pada materi yang diperoleh. Seperti halnya contoh berita hoax pada nomo 3. Dengan adanya berita hoax itu, minuman serbuk tidak lagi diminati pembeli dan perusahaan akan mengalami kerugian.

 

  • Cara Mengedukasi Siswa, Keluarga, Kolega untuk Memerangi Hoax
  1. Perlihatkan beberapa contoh berita hoax yang pernah diposting ke publik sebelumnya kepada siswa, keluarga, atau kolega anda.
  2. Ajaklah siswa, keluarga, atau kolega anda untuk membaca dan mencermati berita hoax tersebut. Kemudian tanyakan pada mereka apakah informasi dalam berita hoax benar-benar pernah terjadi dalam kenyataan atau tidak. Jika apa yang diungkapkan dalam berita tersebut tidak pernah terjadi maka jelaskan pada mereka bahwa itu berita hoax dan tidak perlu dipercaya.
  3. Sarankan siswa, keluarga, atau kolega anda untuk tidak langsung percaya atau bahkan ikut menyebarkan berita yang kurang jelas kebenaran dan sumbernya.
  4. Sarankan pula siswa, keluarga, atau kolega anda untuk menambah referensi serta memperbanyak literasi atau membaca berbagai macam ilmu pengetahuan dengan sumber yang terpercaya.
  5. Jika memungkinkan, dengan ilmu yang kita miliki kita bisa mempraktikkan atau meneliti sendiri informasi dalam berita hoax tersebut agar lebih valid hasilnya dan kita benar-benar yakin bahwa hal itu hanya kebohongan belaka.
  6. Sebarkan berita kebenaran sebagai penangkal berita hoax tersebut jika anda benar-benar telah yakin kebohongannya.

Seperti halnya kebanyakan orang termasuk saya, jika mendapatkan kiriman berita atau informasi yang mengejutkan dan terlihat penting untuk diketahui banyak orang, maka akan lansung memposting atau menyebarkannya lewat media sosial seperti facebook, BBM, twitter, whatsaap, instagram, dll. Namun apa yang terjadi di kemudian hari, beredar kabar jika berita itu hanya hoax belaka. Betapa malunya kita karena ikut menyebarkan berita bohong.

Orang akan berpikir bahwa kita mudah tertipu , mudah terprovokasi, bahkan bisa saja orang  menyebut kita kurang ilmu. Dengan begitu bukan tidak mungkin kita jadi dianggap remeh, di nomor kesekiankan karena telah ikut menyebarkan berita bohong dan menyebabkan kerugian bagi orang lain, meski kita sendiri tidak tahu siapa yang pertama kali membuat dan menyebarkan berita hoax tersebut.

Oleh karena itu mulai sekarang berhati-hatilah jika mendapat kiriman berita yang tidak jelas kebenarannya. Jangan langsung menyebarkan kepada keluarga maupun teman. Jika memungkinkan selidikilah berita tersebut terlebih dahulu apakah hoax atau tidak. Dengan begitu anda telah ikut memerangi hoax karena satu mata rantai telah terputus.

Selain itu perbanyaklah literasi atau membaca berita dari sumber yang terpercaya agar ilmu semakin bertambah. Hal itu yang menjadikan kita tidak mudah dibohongi dan berita hoax tak bisa menipu kita lagi. (Ema Yusnanita)#antihoax#marimas#pgrijateng